Tanjung Duren berada di Jakarta Barat, tepatnya diapit daerah Grogol, Tomang, Kemanggisan, dan Kedoya. Apakah dahulu daerah ini berada di tepi laut dengan durian yang melimpah ruah?
muliya.id

muliya.id
Penelitian Sebelumnya
.

Zaenuddin HM dalam bukunya 212 Asal-Usul Djakarta Tempo Doeloe mengungkapkan nama Tanjung Duren konon berasal dari keadaan alamnya saat itu. Di daerah itu pada masa Batavia banyak tumbuh pohon durian, di tanah yang berbentuk seperti tanjung, yaitu lahan atau daratan yang menganjur ke laut.
Kami belum menemukan buku atau acuan lain yang cukup menjelaskan tentang sejarah nama Tanjung Duren selain di buku ini. Maka dari acuan ini, kami melanjutkan penelitiannya berdasarkan data yang tertera di berkas-berkas terdahulu. Kemudian kami menguraikan namanya yang terdiri dari Tanjung dan Duren.
muliya.id
Tanjung
.
Medan tanah daerah Tanjung Duren sedikit lebih tinggi dibandingkan sebelah utara. Sehingga banyak muncul anggapan bahwa keadaan tanah ini bisa jadi awal mulanya disebut tanjung. Namun, daerah tersebut tidak pernah berada di tepi laut jika melihat peta-peta awal terbentuknya Batavia (Jakarta Kota).
Jika membuka peta-peta lama, daerah yang sekarang disebut Tanjung Duren ini tertera sebagai Kampung Tanjung. Artinya, sudah terdapat penduduk yang menghuni daerah ini jauh sebelum masa kemerdekaan.
Mengutip KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), terdapat beberapa pengertian Tanjung, yaitu:
- tanah (ujung) atau pegunungan yang menganjur ke laut (ke danau);
- pohon tanjung (Mimusops elengi);
- tumbuhan paku yang tumbuh di rawa-rawa (Diplazium esculentum);
- bintang perak atau emas tanda pangkat (disematkan pada epolet/bahu atau leher baju);
- suku di Provinsi Sumatra Barat.
Kami mengesampingkan arti tanda pangkat dan nama suku dari Sumatra Barat, sebab nama daerah ini berasal dari keadaan alam saat itu.
.

Pada peta Batavia berbahasa Jerman tahun 1840, di daerah Tanjung Duren tertera tulisan Sumpfige Wiesen (Padang Rumput Berawa, bahasa Jerman). Tidak terdapat danau besar di daerah tersebut. Mungkin di daerah itu banyak tumbuh Mimusops elengi (pohon tanjung) dan/atau Diplazium esculentum (tumbuhan paku tanjung).
.

Selengkapnya tentang pohon tanjung

Selengkapnya tentang paku sayur / paku tanjung
.
Pohon atau tumbuhan tanjung menjadi yang paling mungkin dalam penyebutan nama kampung ini.
Nama Kampung Tanjung baru muncul di peta Batavia tahun 1896. Kami belum mendapat peta tahun-tahun sebelumnya yang mencantumkan kampung Tanjung. Namun, kami meyakini bahwa kampung ini sudah ada sebelum 1896.
.

muliya.id
Durennya?
.
Pada bahasan di atas, nama kampung tersebut hanya Tanjung. Lantas mengapa sekarang disebut Tanjung Duren? Dari mana duriannya?
Banyak pendapat menyebut di daerah itu tumbuh pohon durian. Kami belum menemukan acuan atau kisah yang menyebut di daerah itu adalah kebun durian. Berbeda dengan kebun jeruk atau manggis (kemanggisan) yang berada tidak terlalu jauh dari sana.
.

Masatoshi Iguchi dalam bukunya Java Essay: The History and Culture of Southern Country mengisahkan penelusuran VOC di Batavia dan Bogor pada 1687. Penelusuran yang dipimpin Peter Scipio van Onstende menemukan pohon durian banyak tumbuh di daerah Parung, Bogor.
Baca lebih lengkap di tulisan Historia: Riwayat Durian di Nusantara
Bisa jadi, raja buah (durian) ini sudah digemari warga setempat bahkan sejak dahulu kala. Jual beli durian sepertinya juga sudah terjadi sejak lama. Sayangnya, banyak orang-orang Eropa tidak menyukai baunya. Mereka menganggapnya seperti bau keju busuk.
Dalam gambar maupun video rentang tahun 1800-1945, kami belum menemukan adanya penjual durian di wilayah Batavia, Weltevreden, dan Meester-Cornelis. Ada kemungkinan penjualannya hanya diperbolehkan di tempat-tempat tertentu dan tidak sembarangan. Ini hanya pendapat kami. Kami juga belum menemukan acuan adanya larangan penjualan durian secara bebas saat itu.
Melihat peta Batavia tahun 1920, di persimpangan Grogol sekarang terdapat sebuah jembatan penghubung yang disebut Jembatan Doeren. Mungkin di dekat jembatan ini menjadi salah satu pusat penjualan durian yang berada di luar kota Batavia atau Weltevreden. Sekali lagi ini hanya pendapat.
.

Masih melihat peta tahun 1920, nama kampung Tanjung masih sesuai dengan peta sebelumnya tetapi sudah mekar menjadi Tanjung Kelumpang dan Tanjung Lengkong. Letak kampung Tanjung yang dekat dengan letak jembatan Duren ini bisa jadi cikal bakal disatukannya nama Tanjung Duren seperti yang dikenal sekarang.
- Nama Tanjung Duren tercantum dalam Undang-Undang tentang Administratif Jakarta nomor 10 tahun 1964.
Dengan kata lain, kalau naik angkutan umum patokan kampung Tanjung ini ada di tempat yang banyak Duren atau dekat jembatan Duren seperti obrolan berikut:
- “Tinggal di mana, Po?”
- “Di Tanjung.”
- “Tanjung mana?”
- “Nyang deket jembatan Duren, Bang!”
- “Oh, Tanjung Duren?”
- “Iya, Bang.”
- “Oh, kirain Tanjung Priok apa Tanjung Barat.”
muliya.id
Berminat menelusuri Tanjung Duren beserta makanan yang ada di sana? Bisa dimulai dari sini.
.
.
muliya.id
Punya foto lama, keterangan, atau bahkan kisah kenangan dengan Tanjung Duren ini? Mari kita bahas.

Tinggalkan Balasan